top of page

Brand vs Product

Gambar penulis: Dianta Hasri
Dianta Hasri
14 Mei 2020
2 menit membaca

Diperbarui: 10 Okt 2024



Perkembangan teknologi telah membawa manusia menuju suatu dunia baru yang mungkin beberapa dekade sebelumnya tidak akan pernah menyangka akan terobosan yang diadaptasi oleh dunia baru ini. Komunikasi real time dari di seluruh dunia hingga mikrochip yang mampu meringkas kemampuan digital dengan sangat luar biasa.

Mungkin Anda akan setuju dengan saya bahwa pertumbuhan ekonomi mempunyai perkembangan linier dengan tingkat efisiensi dan efektifitas kehidupan manusia, karena tujuan dari teknologi itu sendiri adalah meningkatkan kapabilitas/kemampuan manusia. Bila dulu manusia masih harus menggunakan mesin ketik dalam menulis suatu buku, maka sekarang ada komputer yang dapat memberikan kecepatan dan kerapian yang sangat jauh dibanding apa yang bisa diberikan oleh mesin tik tersebut. Sewaktu manusia semakin efisien dan efektif dalam mengerjakan sesuatu berarti mereka akan lebih cepat untuk mengadaptasi suatu ilmu/informasi baru untuk meningkatkan kualitas kecerdasan mereka.


Semakin cerdas seseorang maka pendekatan yang mereka lakukan akan lebih banyak bersifat logis namun sangat erat kaitannya dengan perspektif yang mereka buat. Hal tersebut jugalah yang membuat pendekatan marketing dari dulu hingga sekarang mengalami perubahan yang sangat drastis. Dari yang “Product Minded” hingga “Brand Minded”.


BRAND IS ABOUT PERCEPTION

Pada saat ini konsumen lebih melihat atau membeli suatu produk adalah faktor brand nya bukan sekedar fungsi belaka, karena di dalam brand terdapat persepsi mengenai trust dan quality. Dengan membeli sebuah produk dengan brand tertentu konsumen tidak usah terlalu khawatir mengenai standar kualitas, kesehatan, fungsi, ataupun harga diri sekalipun. Hal-hal tersebutlah yang membuat brand-brand berkualitas seperti Apple, Channel, Levis, dan lain-lain dapat menjual produk mereka jauh di atas production cost produk mereka. They sell brand intangible aspects higher than the real cost.


 Percaya atau tidak sekitar 80% produk fashion dunia seperti Zara, Nike pun membuat produk-produk mereka yang notabene “Cukup Mahal” tersebut di negara kita tercinta Indonesia. Dengan kata lain Indonesia sebetulnya mempunyai kemampuan dalam menciptakan produk berkualitas. Namun walaupun dari segi kemampuan kita mampu menciptakan produk yang berkualitas tetapi masih kurang diimbangi dengan kemampuan untuk melakukan inovasi produk dan pengembangan brand. Seringkali brand lokal dipandang sebelah mata, walaupun secara kualitas dapat diadu.


Brand is about perception, bila kita mempunyai sebuah produk yang baik namun secara brand management kita melupakan maka akan sangat sulit bagi brand kita untuk melawan brand-brand luar  yang notabene  sangat care dengan brand management mereka.  Dimana mereka akan terus ‘membius” target market dengan strategi-strategi branding above dan below the line mereka. 


Tahukah anda bahwa sebuah Brand yang baik dapat menjadi Competitive advantage bagi sebuah produk tertentu untuk  menjaga tingkat permintaan pasar. Keberhasilan strategi branding anda akan membuat buying repetition produk anda berkali lipat lebih tinggi dibanding anda tidak melakukan strategi branding yang benar atau lebih parahnya don’t give any attention for branding things.


Komentar


DH Insights mengambil frase Mengubah Perspektif, Mengubah Masa Depan sebagai tagline dari brand kami. Kami percaya dengan hal tersebut, dan bersama Anda mari kita ciptakan dunia yang lebih baik. Dengan mengubah perspektif, kita dapat membuka pintu menuju solusi yang lebih baik dan berkelanjutan bagi masa depan

Mengubah Perspektif.

Mengubah Masa Depan

Happy Portrait.jpg
bottom of page