top of page

Masa Depan UMKM di Tengah Globalisasi

  • Gambar penulis: Dea Putri Qinanti
    Dea Putri Qinanti
  • 9 Okt 2024
  • 6 menit membaca

Diperbarui: 10 Okt 2024


Masa Depan Bisnis_DH Insights

UMKM adalah salah satu pilar ekonomi negara. Umum kecil dan menengah (UMKM) juga memainkan peran penting dalam industri bisnis dan jual beli. Namun, masalahnya adalah bahwa banyak UMKM hanyalah bisnis skala kecil. Sumber daya pendanaan yang tidak mencukupi serta kemampuan untuk melakukan riset dan pengembangan pasar adalah beberapa kendala yang menyebabkan hal ini. Untuk mengatasi hal ini, diperlukan langkah-langkah strategis untuk meningkatkan skala ekonomi, salah satunya dengan menggunakan e-commerce.


E-commerce dianggap sebagai cara yang tepat untuk mengakselerasi perekonomian UMKM karena e-commerce sesuai dengan perkembangan zaman dan memiliki kemampuan untuk mengubah daya beli masyarakat. Sistem yang termasuk dalam e-commerce, seperti sistem pembayaran elektronik, telah memungkinkan UMKM mengembangkan usahanya secara terintegrasi. Salah satu perubahan yang paling signifikan dalam Ketika berbicara tentang globalisasi industri di awal abad-21 mereka melihat peningkatan signifikan dalam penggunaan teknologi informasi dan komunikasi sebagai bagian dari aktivitas ekonomi.


Kegiatan ekonomi skala besar dan kecil menengah terus berkembang, dan pemerintah terus berusaha untuk menjaga keberlanjutannya. Sentra industri yang dibangun di setiap kecamatan atau wilayah kabupaten terus meningkatkan ekonomi berbasis masyarakat. Berbagai kawasan industri terus dibangun, dan berbagai pihak berpartisipasi dalam proses tersebut. Sejak tahun 1990-an, sektor swasta telah berpartisipasi dalam pembangunan kawasan industri di Indonesia. Kawasan industri adalah area yang digunakan sebagai pusat kegiatan industri dan memiliki semua fasilitas dan infrastruktur yang diperlukan untuk kegiatan industri. Di tempat ini, semua jenis bisnis dapat beroperasi.


Tujuan utama dari setiap tanggapan yang akan Anda buat adalah mendapatkan keuntungan. Bisnis adalah lembaga sosial yang penting yang menyediakan barang. Peluang di era digital semakin terbuka seiring dengan tantangan yang semakin berat. Sangat mudah bagi kita untuk menganggapnya sebagai tantangan atau peluang.


Sektor usaha memiliki potensi untuk berkembang karena peningkatan permintaan produk kreatif dari UMKM, kemajuan gaya hidup digital, dan bonus demografi tahun 2035. Jika kita mendengar kata "revolusi industri 4.0", itu berarti “era teknologi yang mengganggu”. Jika seseorang tidak cepat tanggap untuk belajar teknologi secara bertahap, mereka akan tertinggal dari teknologi yang lebih baru dan canggih. Tidak diragukan lagi, hal ini berdampak besar pada perilaku bisnis serta kondisi ekonomi global, yang menghasilkan ekonomi digital. Ekonomi digital adalah bagian ekonomi yang bergantung pada penggunaan dan pemberdayaan teknologi informasi dan komunikasi digital. Di Indonesia, ekonomi digital sedang berkembang pesat karena potensi pasar yang besar. Di awal abad ke-21, bisnis UMKM sering terkendala oleh peraturan seperti ISO, standar manajemen mutu internasional yang harus dipatuhi oleh eksportir besar yang memiliki lisensi. ISO dimaksudkan untuk meningkatkan kepercayaan pelanggan dan konsumen terhadap kualitas dan keamanan produk bisnis. Akibatnya, pemerintah terus mendukung usaha kecil dan menengah (UMKM) melalui pelatihan dan pendampingan dalam berbagai bidang yang diperlukan agar mereka dapat mengekspor secara mandiri dan tidak bergantung pada eksportir besar. Pada tahun-tahun terakhir abad ke-21, strategi pemasaran untuk menjangkau pasar secara lebih luas tidaklah sulit. Jumlah usaha kecil dan menengah (UMKM) saat ini jauh lebih banyak daripada usaha skala besar, tetapi mereka harus didorong untuk menjadi mandiri sehingga mereka dapat menghasilkan devisa yang paling banyak bagi negara.


Umumnya, UMKM memiliki kemampuan untuk menciptakan lapangan kerja yang memadai. Tanggung jawab untuk mengoptimalkan penggunaan media online dan pasar maya telah ditetapkan. Media sosial seperti Instagram, Facebook, YouTube, Twitter, Google, dan WhatsApp memungkinkan produsen mengirimkan produk dengan cepat ke banyak negara. Efektivitas maksimal dicapai dengan rantai distribusi yang sangat pendek. Karena tidak ada biaya operasional besar seperti sewa tempat dan tenaga kerja berlebihan, modal dapat dikurangi. Melalui panggilan video dan/atau telekonferensi, produsen, konsumen, dan pihak yang terlibat di berbagai belahan dunia dapat berkumpul dan melakukan transaksi secara langsung. Strategi pemasaran bergantung pada promosi. Di era digital saat ini, konten tidak menjadi pertimbangan utama ketika media cetak menjadi satu-satunya media promosi; lebih penting adalah gambar yang menarik dan kosa kata yang membujuk. Cari tahu tentang saluran distribusi.


Pelaku bisnis dapat menggunakan iklan di Instagram, Facebook, atau situs web media online untuk membuat konten yang menarik agar target pasar menjadi lebih tepat. Perdagangan bebas adalah hasil dari globalisasi ekonomi abad ke-21. Pelaku bisnis di setiap negara dapat bertransaksi dengan cepat dan tanpa hambatan berkat perdagangan bebas dan revolusi informasi. Di era global dan digital saat ini, usaha kecil dan menengah (UMKM) menghadapi berbagai tantangan. Salah satu cara untuk mengatasi masalah ini adalah dengan mengubah keadaan, mengikuti permintaan pasar, dan melihat peluang yang banyak perusahaan belum manfaatkan. Pelaku UMKM harus berani menampilkan sesuatu yang berbeda dan unik, meskipun mungkin tidak disukai pada awalnya.


Di abad ke-21, era globalisasi telah membawa perubahan dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat. Diharapkan bahwa teknologi komunikasi dan informasi, dengan "segudang" kemudahan dan kecanggihannya, dapat membantu manusia mencapai standar hidup dan kualitas hidup yang lebih baik. Penyebaran teknologi komunikasi dan informasi tidak dapat dibendung lagi dan tidak dapat dibendung. Di era industri 4.0, masyarakat dipaksa untuk mengikuti dan menghadapi strategi bertahan hidup, etos kerja, tren perubahan mata pencaharian, dan nilai-nilai budaya baru. Selain itu, industrialisasi di bidang digitalisasi dan revolusi informasi menyebabkan perubahan masyarakat dan pola perilaku. Bidang sosial, struktur, budaya, dan pola interaksi mengalami perubahan terus menerus seiring dengan hubungan yang bersifat fungsional. Mereka harus terus berjuang untuk mendorong kekurangan atau meminimalkan kelemahan. Penggunaan teknologi dari Microsoft, Teams merupakan platform komunikasi dan kolaborasi yang menggabungkan obrolan di tempat kerja, pertemuan video (video meeting), memegang peran penting bagi bisnis di Indonesia untuk terhubung dan menyelesaikan pekerjaan dengan mudah dan aman dari kediamannya.


Pemerintah melihat bahwa pada abad ke-21, pusat kegiatan industri kecil dipedesaan yang berbentuk sentra, dipacu memanfaatkan media online dan E-commerce untuk memperluas akses pasar. Pemanfaatan E-commerce harus disertai pengetahuan dan penguasaan teknologi informasi karena rentan terhadap penipuan. Kecanggihan teknologi IT sering disalahgunakan untuk keuntungan instan. Saat melakukan pemasaran online, perlu pertimbangan matang dalam strategi, analisis situasi, analisis pelanggan, pengembangan pasar dan produk, positioning, serta konsep lainnya. Banyak prinsip, teknik, dan taktik cyber marketing masih terinspirasi dari strategi pemasaran tradisional, meskipun pelaksanaannya berbeda. Dimensi baru berhasil menggabungkan khususnya dalam rantai distribusi dan lanskap pemasaran melalui pesan-pesan iklan di media promosi internet berjenis classified, promosi berbasis testimonial di situs web, melalui situs pencari, dan transaksi jual beli berbasis email marketing. Menurut Christensen (2018), dalam dunia yang berubah, bisnis dan ekonomi Indonesia tidak dapat menghindari inovasi yang mengganggu, juga dikenal sebagai inovasi yang mengganggu. Proses antisipasi yang cepat juga diperlukan untuk perkembangan barang, jasa, dan proses yang cepat di masa depan.


Revolusi Industri_DH Insights

Dunia memasuki Revolusi Industri 4.0 atau Industri 4.0 (IR4.0), yang ditandai dengan rekayasa intelektual. Revolusi industri 4.0 memicu perubahan teknologi yang cepat, yang menghasilkan revolusi informasi. Sulit untuk menghasilkan manfaat bagi kehidupan masyarakat ketika teknologi digunakan tanpa diimbangi dengan pengetahuan dan prinsip moral. Sebaliknya, mendapatkan pengetahuan tentang suatu bidang tanpa menggunakan teknologi hanya akan menjadi proses yang panjang dan melelahkan. Oleh karena itu, revolusi industri dan revolusi informasi muncul di abad ke-21, dan para pelaku bisnis harus berhati-hati dengan fenomena ini. Dalam kegiatan industri di era teknologi informasi, tenaga kerja atau sumber daya manusia (SDM) harus dapat memanfaatkan teknologi digital untuk mempercepat hasil kerja dan memberikan produk dan jasa secara optimal. Soemarsono menyatakan bahwa tenaga kerja harus mampu menghasilkan barang dan jasa untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, yang disebut sebagai bisnis yang menghasilkan nilai ekonomis. Teknologi yang ada di dalam sistem produksi dan kemampuan untuk menguasainya menentukan besarnya penyerapan tenaga kerja di industri kecil menengah. Ada perubahan dalam budaya kerja, yang berarti bahwa karyawan yang terampil di bidang IT tidak selalu harus berada di tempat yang telah ditentukan. Mereka bisa ada di mana pun. Mereka yang memiliki standar keahlian selalu haus akan informasi, sehingga harus meningkatkan pengetahuannya seiring perkembangan teknologi dan zaman.


Pemasaran saat ini banyak menggunakan teknologi informasi melalui dunia maya, sementara proses produksi memerlukan prasarana penunjang seperti tempat dan teknologi peralatan/mesin. Dengan produk yang terdifersifikasi di daerah tersebut, tujuan untuk mempercepat pertumbuhan industri di daerah tersebut dapat dicapai dengan cepat. Ini karena daerah tersebut memberikan kemudahan dalam kegiatan industri terkait. Sentra industri adalah lokasi yang ditetapkan khusus sebagai area industri setelah pertimbangan dan perencanaan yang matang. Tempat tersebut harus mempertimbangkan dengan cermat aspek lingkungan, termasuk mengurangi dampak melalui analisis yang diperlukan. Saat ini, berbagai cara digunakan untuk merekrut karyawan. Persyaratan yang ketat tidak selalu diterapkan pada industri kecil. Kemampuan untuk menguasai teknologi informasi adalah penting. Ada kemampuan untuk melakukan kegiatan yang menghasilkan uang dan dapat bekerja untuk membantu orang lain. Untuk tetap relevan di era saat ini, perekrutan saat ini lebih berfokus pada soft skill dengan keahlian di bidang IT karena kemajuan teknologi. Salah satu ide pemasaran yang dapat digunakan untuk memengaruhi emosi pelanggan di era yang sangat dinamis dan persaingan yang ketat adalah pemasaran pengalaman.


Pemasaran pengalaman tidak hanya memberikan informasi dan peluang kepada pelanggan untuk memperoleh pengalaman terkait keuntungan yang didapat, tetapi juga menimbulkan perasaan dan emosi yang berdampak pada pemasaran, khususnya penjualan. Oleh karena itu, para pelaku usaha tidak ragu untuk mengeluarkan biaya yang signifikan untuk mempromosikan produk mereka di media sosial untuk memiliki daya tarik yang mampu menarik perhatian dan ketertarikan pelanggan terhadap barang tersebut.


Ketika berusaha untuk menang dalam persaingan yang begitu ketat. Inovasi produk melalui diversifikasi, pemanfaatan teknologi tepat guna untuk produksi yang optimal, kemampuan membaca pasar, dan peningkatan soft skill tenaga kerja adalah beberapa elemen yang perlu terus dikembangkan oleh UMKM. Oleh karena itu, UMKM telah menggunakan berbagai strategi untuk menghadapi tantangan di era global saat ini, dan UMKM akan memiliki keunggulan unik terhadap barang atau jasa yang mereka produksi atau tawarkan.

Komentar


DH Insights mengambil frase Mengubah Perspektif, Mengubah Masa Depan sebagai tagline dari brand kami. Kami percaya dengan hal tersebut, dan bersama Anda mari kita ciptakan dunia yang lebih baik. Dengan mengubah perspektif, kita dapat membuka pintu menuju solusi yang lebih baik dan berkelanjutan bagi masa depan

Mengubah Perspektif.

Mengubah Masa Depan

Happy Portrait.jpg
bottom of page