Early Stage : I’m a baby company #StartUpsCodeOfConducts
- Dianta Hasri

- 13 Mei 2020
- 3 menit membaca
Diperbarui: 10 Okt 2024

Layaknya anak bayi, tahap perkembangan awal adalah masa-masa yang sangat penting karena akan berpengaruh hingga seumur hidupnya. Bisnis pun hampir serupa dengan hal tersebut. Bisnis di tahapan awal adalah masa-masa krusial, disamping bisnis Anda harus mempunyai visi misi, target jangka pendek, menengah dan panjang (hal ini tidak akan saya bahas), namun Anda harus dapat fokus untuk beberapa area, yaitu; sistem, budaya, dan integrasi proses bisnis.
Make Your System
Secara sistem, suatu start up akan berusaha melakukan adaptasi untuk mencapai sistem yang paling sesuai dengan model bisnisnya. Maksud saya sistem disini adalah misalkan SOP, hierarki perusahaan, job desk, dan semacamnya. Dasar fundamental awal yang harus Anda kembangkan adalah sebuah sistem yang dapat membuat bisnis Anda berjalan secara otomatis, bahkan ketika Anda tidurpun bisnis Anda tetap dapat menjadi mesin uang yang produktif bagi.
Langkah-langkah yang dapat Anda tempuh adalah,
Generate your Specific Hierarchy
Pastikan Anda memiliki tingkatan yang jelas dan garis komando yang pasti. Semakin fokus seseorang dalam bidangnya maka akan semakin efisien dan efektif proses yang dilakukannya. Namun untuk start up mungkin akan ditemui beberapa tanggung jawab yang dilakukan oleh seseorang, hal itu diperbolehkan namun dengan satu syarat : He is capable of doing it. Jangan sampai karena Anda terlalu percaya pada orang tersebut sehingga Anda memberikan dia tanggung jawab yang terlewat banyak hingga dia sendiri tak mampun melakukan pekerjaannya dengan baik, too many miss.
Write down every Job Description
Setiap orang yang berada di dalam organisasi/bisnis Anda harus mendapatkan, dan memahami apa tugas dan tanggung jawabnya secara spesifik. Mereka harus mengerti skala prioritas yang berhubungan langsug dengan target yang telah Anda buat.
SOP is must.
Dalam proses suatu bisnis, standar adalah hak yang mutlak untuk dibakukan, sehingga dapat memberikan efisiensi yang baik. Seringkali suatu start up tidak memiliki Standar Operational Procedure (SOP) yang jelas.
SOP maksud saya adalah bukan hanya terkait di produksi Anda, namun di keseluruhan proses bisnis Anda, baik secara administratif, keuangan, marketing, dan seterusnya. Tanpa memiliki SOP yang baik Anda tidak dapat membawa perusahaan Anda untuk berkembang dengan baik, karena perkembangan membutuhkan keteraturan. Percayalah.
Culture is my DNA
Manusia memiliki struktur DNA yang unik, tidak ada yang seorangpun memiliki kesamaan 100% atas DNA mereka. Begitu juga bisnis.
Bagi sebuah bisnis budaya adalah landasan etis yang dijalankan secara sadar dan tidak sadar dan hal tersebut sangat berpengaruh terhadap pencapaian perusahaan dan sangat dipengaruhi oleh cara memimpin Anda.
Bila Anda menginginkan sebuah perusahaan yang lebih organis, kreatif maka Anda akan membuka kesempatan lebar-lebar bagi setiap karyawan untuk berinovasi, memberikan pendapat, dan kebebasan dalam berpendapat. Namun sebaliknya bila Anda menginginkan perusahaan Anda sangat sistematis (misalkan pada sebuah pabrik manufaktur elektronik) maka tentu saja Anda akan menciptakan suatu iklim kerja yang lebih konvensional ataupun kaku.
Tidak ada batasan dalam menentukan budaya mana yang lebih baik bagi setiap perusahaan, semua tergantung Anda sebagai pemimpin. Pada langkah awal start up budaya yang Anda piih dan terapkan akan sangat menentukan, karena akan menjadi landasan fundamental bagi perusahaan kedepannya. Walaupun Anda telah tidak memimpin secara langsung, namun budaya yang telah diterapkan sejak awal bisnis tersebut akan cenderung melekat erat dalam DNA bisnis. Maka pastikan budaya kerja yang Anda ciptakan sesuai dengan visi misi bisnis Anda, keduanya merupakan variabel yang saling mendukung.
Integrate Your Business
Pada saat sebuah tim sepak bola melakukan penyerangan ataupun bertahan mereka akan melakukan nya dengan sistematis. Masing-masing pemain akan melakukan perannya masing-masing, sehingga taktik yang dibuat oleh pelatih dapat berjalan dengan baik. Intinya adalah semua pergerakan adalah terintegrasi dan direncanakan.
Anda tentu saja memiliki sebuah strategi, taktik, dan segala tools yang diperlukan untuk menjadi sebuah perusahaan yang sukses. Namun percayalah hal-hal tersebut tidak akan pernah tercapai bila Anda tidak menjalankannya dengan terintegrasi. Setiap program yang satu dengan yang lain saling mendukung. Sebagai contoh Anda memiliki divisi marketing dan divisi HR, bayangkan bila divisi marketing tidak didukung oleh HR apa yang akan terjadi? Begitu juga sebaliknya. Untuk dapat melakukan hal tersebut dengan terintegrasi dan bersamaan tentu saja Anda tidak dapat melakukannya seorang diri, kembali lagi dengan apa yang sudah saya tulis diatas, You need adequate person helping you. Hal terburuk yang terjadi di sebuah start up adalah you trust nobody but yourself.
Executive Points
Pada dasarnya dalam tahapan ini adalah saya ingin menenkankan pembuatan dan disain sistem bisnis adalh hal utama yang harus Anda bangun pada saat ini. Tidak ada bisnis yang dapat berjalan dengan sistem yang rapuh dalam jangka panjang.
Anda sebagai pemimpin adalah layaknya pemanah yang menentukan sasaran, dan perusahaan/bisnis Anda adalah kendaraan yang membawa Anda ke tujuan Anda tersebut. Buat indikator dan sistem evaluasi yang jelas setiap kurun waktu tertentu, dan ingat sistem yang akan dibuat pertama kali akan sangat berpengaruh terhadap kultur perusahaan Anda, oleh karena itu pastikan sistem yang Anda buat sesuai dengan gaya kepemimpinan dan sifat dari bisnis tersebut, jangan sampai sistem tersebut yang mematikan bisnis Anda.






Komentar