Business is a Living Thing #StartUpsCodeOfConducts
- Dianta Hasri

- 13 Mei 2020
- 4 menit membaca
Diperbarui: 10 Okt 2024

Bayangkan Anda memiliki orang yang Anda sayangi, Anda pasti akan melakukan apapun untuk dapat menyenangkan hatinya. Bahkan untuk sesuatu yang tak mungkin pun Anda akan setengah mati untuk mendapatkan keinginannya. Begitu pula dengan bisnis.
Bisnis adalah “makhluk hidup”, maksud saya adalah bila Anda sendiri tidak memiliki passion dan keinginan yang kuat untuk mengembangkan dan menjaga proses bisnis Anda, maka tunggu saja kejatuhan dari bisnis Anda tersebut.
Anda tidak dapat hanya menaruh persepsi bahwa bisnis adalah mesin uang saja, Anda juga harus memikirkan bahwa dalam bisnis sebetulnya Anda mengelola manusia. Karyawan memiliki kepentingan sendiri dan terkadang dismotivasi akan sesuatu. Supplier Anda seenaknya memberikan harga, bahkan pelanggan Anda yang terus berubah-ubah karena mendapatkan penawaran dari produk-produk serupa dengan produk Anda, dan semacamnya.
Pada saat Anda berhasil mengelola manusia yang berada di dalam lingkup bisnis Anda maka keberhasilan atas bisnis Anda adalah masalah waktu. Anda harus mampu menciptakan suatu sistem yang membuat sewaktu Anda tidurpun, bisnis Anda akan tetap berjalan memberikan hasil. Oleh karena itu pada saat Anda membuat/merancang sebuah bisnis, pastikan Anda memiliki passion dan harapan tinggi kepada bisnis itu, sehingga Anda akan selalu punya hati untuk memberikan perhatian yang cukup.
The Soul Of Business
Anda tahu jiwa sesungguhnya dari sebuah bisnis? mungkin Anda akan mengatakan penjualan, sumber dana, dan sebagainya yang berkaitan dengan sisi keuangan. Tapi sesungguhnya jiwa dari sebuah bisnis adalah sekelompok manusia yang berada di dalam bisnis itu tersebut.
Jika Anda memiliki pegawai-pegawai yang terus bersemangat dan cerdas, maka bisnis Anda akan berjiwa enerjik, kebalikannya bila karyawan Anda hanya sebatas menumpang “makan” saja, maka percayalah bisnis Anda akan seperti sampan yang digoyang-goyangkan ombak, kemana sampan itu akan melaju-melajulah.
Bila kita menganalisa tumbuh kembang sebuah bisnis dari teori organization life cycle, maka sebuah perusahaan akan berada dalam empat tahapan utama. Yaitu: Tahap awal, berkembang, puncak, dan maturity. Namun dalam saya akan mengubahnya sedikit dan melakukan penyesuaian terhadap pasar Indonesia secara khusus, yaitu:
Early Stage : I’m a baby company
Pada tahapan ini, perusahaan Anda baru belajar dan akan masih berkutat dengan permasalahan keuangan, dan stabilitas pendapatan. Di Indonesia sangat banyak sekali bisnis yang hanya bertumbuh sampai dengan tahapan awal ini, dikarenakan tidak memberikan passion pada bisnisnya, padahal tahapan ini merupakan pembuatan fondasi dan nilai-nilai sebuah perusahaan.
The biggest mistake pada saat Anda masih berada di tahapan ini adalah ekspektasi keuntungan jangka pendek yang besar. Karena kecenderungan orang Indonesia melihat berhasil tidaknya bisnis dari besarnya keuntungan yang didapat. Perlu kita luruskan bahwa hal itu memang penting, namun untuk sebuah bisnis baru yang terlebih penting adalah konsistensi pertumbuhan yang Anda buat, karena dalam tahapan ini akan masih membutuhkan dana yang cukup besar untuk melakukan pengembangan bisnis, jadi be patient! Arahkan orientasi Anda pada jangka panjang.
First Critical Stage : Can we still alive??
Pernahkah Anda berada dalam keadaan bisnis yang naik turun sangat drastis? Biasanya perjalanan ini akan dirasakan oleh start up yang berumur 3 bulan lebih. Hal-hal kritis yang ditemukan dalam tahapan ini lebih banyak kepada internal management yang mungkin secara kompeten belum mampu, minim pengalaman, dan masih banyak belajar.
Keraguan karena ketidakpastian keuntungan, komitmen manajemen yang memudar, ketidak konsistenan, ataupun bahkan terkejut atas sebuah keberhasilan yang tiba-tiba. Beberapa hal tersebut adalah contoh dari human problem yang sangat sering terjadi di dalam start up di Indonesia yang sangat besar dipengaruhi oleh kultur masyarakat Indonesia.
Growing Stage : Let’ dance into the sky!!
Tahapan ini akan memberikan Anda semangat tambahan yang luar biasa. Bisa dibilang ini adalah a perfect turning point untuk terus mengembangkan bisnis. Secara konsistensi pendapatan yang mulai stabil dan bertumbuh membuat perusahaan mempunyai kas yang cukup melakukan investasi strategis untuk jangka panjang. Biasanya hal ini terjadi pada sebuah start up yang berumur 1-1.5 tahun.
Kesalahan yang sering dilakukan oleh manajemen dalam posisi ini adalah kesalahan melakukan analisa investasi marketing ataupun channel penjualan. Optimisme yang luar biasa dan ekspektasi investor yang besar membuat bisnis tersebut lupa diri, dan tidak hati-hati dalam melakukan investasi.
Mini Harvest Stage : I know we are better, then let’s not stop!
Dalam tahap ini perusahaan Anda telah berumur sekitar 3 tahun kurang. Dimana bisnis Anda tengah mengalami kemapaman finansial yang cukup, dan semuanya tampak sangat baik. Kesalahan yang sering terjadi dalam tahapan ini adalah cepat puas diri, sedangkan ingat prinsip dasarnya, yaitu Your business is a living thing. Anda perlu untuk melakukan pengembangan dan investasi secara berkala, karena sebetulnya bila Anda tidak lagi melakukan pengembangan ataupun investasi kembali sama saja Anda menunggu pesaing Anda untuk melakukan ATM terhadap Anda dengan leluasa.
Second Critical Stage : We need to innovate!
Rata-rata bisnis baru akan mengalami masa ini, masa dimana bisnis telah jenuh, ataupun pesaing yang semakin banyak ataupun pintar. Anda perlu melakukan inovasi. Kesalahan yang sering terjadi dalam tahapan ini adalah kesalahan memberikan reaksi atas keadaan tersebut.
Next Growing Stage : This time, we do more seriously!
Dalam tahapan ini Anda tengah memasuki usia mapan ataupun dewasa secara pengalaman, dan bisnis Anda tengah memiliki energi baru karena telah berhasil melewati second critical stage. Anda akan belajar dari hal sebelumnya dan berusaha untuk menjadi lebih besar lagi. Kesalahan yang sering dilakukan dalam tahapan ini adalah ketidakmampuan manajemen Anda untuk berubah dan mengikuti strategi baru bisnis anda.
Next Harvest Stage : I thing We have done the best!
Bisnis Anda kini telah berada di suatu tingkatan baru. Terjadi peningkatan revenue yang drastis dibandingkan posisi Anda pada Mini Harvest Stage. Secara manajerial bisnis Anda sudah sangat stabil, namun kesalahan yang sangat sering terjadi adalah terlalu terlena dengan pertumbuhan yang baik, sehingga melupakan bahwa tanpa sadar di market tengah terjadi pergeseran tren yang semakin cepat.
Dari ketujuh tahapan start up tersebut mempunyai ciri khas dan pendekatan yang berbeda-beda. Selanjutnya dalam blog ini akan dibahas masing-masing karakteristik dan pendekatan yang harus dilakukan. Put on your seat belt and enjoy the story!!






Komentar